Sendunya langkahmu membuat senja kala itu terasa berbeda. Tak seperti senja yang biasanya bersahaja, namun terasa begitu pekat dan memilukan. Raut wajahmu seakan ingin membisikkan, betapa perpisahan ini sungguh menyakitkan. Ya, kita akan berpisah kawanku.
Perpisahan memang tidak menyenangkan, namun niscaya dia mendewasakan. Mendewasakan kita yang terkadang kekanak-kanakkan, dan sering lupa akan kebijaksanaan.
Selamat berpisah kawan. Kejarlah cita-citamu yang agung itu. Jangan pernah lupakan perjuangan kita kala itu. Keperkasaan kita ketika menundukkan segala kesombongan dan keangkuhan. Masa keemasan kita kawan. Jangan lupakan itu…
Jika masih waktukku, kita akan berjumpa lagi di kota indah ini… Semoga Tuhan memberkatimu…
Yogyakarta, 6 Januari 2012

