Surat Untuk Ibu

Posted: December 21, 2011 in Kontemplasi

dipinjam dari http://herry-ps.blogspot.com

Ibu, aku merindukan senyummu. Senyummu yang anggun itu. Senyum yang merubah pekatnya senja menjadi begitu bersahaja. Sungguh, aku merindukannya Ibu.

Tak pernah kurasakan pelukan sehangat pelukmu. Juga tak pernah kudapatkan belaian selembut belaianmu. Pelukmu itu, mendamaikan kala ku menangis tersedu. Belaianmu, menenangkan teriakku dan membuatku terjaga. Sungguh Ibu… Betapa mulianya dirimu…

Anakmu ini masih saja seperti dulu. Penuh kealfaan dan kecerobohan. Maafkanlah segala salahku. T’lah menyakiti hati dan perasaanmu. Maafkan aku Ibu…

Mawar yang kau titipkan masih indah dan perbawa. Kujaga dan kurawat dia dengan segenap jiwa. Tentu saja agar bisa slalu kubayangkan senyummu.

Ibu, tahukah engkau anakmu ini begitu bahagia. Bahagia karna miliki Ibu semulia dirimu. Bahagia yang bergelora dan penuh cinta. Kebahagiaan yang sungguh maha sempurna. Betapa bangganya aku menjadi anakmu. Ibu, aku sangat menyayangimu. Terima kasih atas cinta dan kasih sayangmu. Sungguh aku memuliakanmu. Selamat Hari Ibu.

Tulisan sederhana seorang anak untuk ibunya. Mari memuliakan Ibu. Untuk Meme & Ibuk. Dari anakmu Mang Pik

Advertisement
Comments
  1. Yelke says:

    Salam mas Komang Andika,
    can we be fb friends? I’m a dutch woman learning
    bahasa INA & i think you write nice.
    Thanks, greetings Yelke ”Key Chain”
    ajidamoo7@gmail.com
    PS. dahulu saya tinggal di daerah Yogya, tetapi hanya dua tahun.
    Semoga besok ke Jawa lagi :-)

  2. yelke says:

    Key Chain = yelke

    Maturnuwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s