Ibu, aku merindukan senyummu. Senyummu yang anggun itu. Senyum yang merubah pekatnya senja menjadi begitu bersahaja. Sungguh, aku merindukannya Ibu.
Tak pernah kurasakan pelukan sehangat pelukmu. Juga tak pernah kudapatkan belaian selembut belaianmu. Pelukmu itu, mendamaikan kala ku menangis tersedu. Belaianmu, menenangkan teriakku dan membuatku terjaga. Sungguh Ibu… Betapa mulianya dirimu…
Anakmu ini masih saja seperti dulu. Penuh kealfaan dan kecerobohan. Maafkanlah segala salahku. T’lah menyakiti hati dan perasaanmu. Maafkan aku Ibu…
Mawar yang kau titipkan masih indah dan perbawa. Kujaga dan kurawat dia dengan segenap jiwa. Tentu saja agar bisa slalu kubayangkan senyummu.
Ibu, tahukah engkau anakmu ini begitu bahagia. Bahagia karna miliki Ibu semulia dirimu. Bahagia yang bergelora dan penuh cinta. Kebahagiaan yang sungguh maha sempurna. Betapa bangganya aku menjadi anakmu. Ibu, aku sangat menyayangimu. Terima kasih atas cinta dan kasih sayangmu. Sungguh aku memuliakanmu. Selamat Hari Ibu.
Tulisan sederhana seorang anak untuk ibunya. Mari memuliakan Ibu. Untuk Meme & Ibuk. Dari anakmu Mang Pik


Salam mas Komang Andika,
can we be fb friends? I’m a dutch woman learning
bahasa INA & i think you write nice.
Thanks, greetings Yelke ”Key Chain”
ajidamoo7@gmail.com
PS. dahulu saya tinggal di daerah Yogya, tetapi hanya dua tahun.
Semoga besok ke Jawa lagi
PS di gambar ibu saya, yang memilik catering…
Hello Yelke,
I’m just starting about writing, there is lot of things to learn. Please feel free to contact me at facebook or twitter. Nice to know you.
KooL
wajahbuku aja
Key Chain = yelke
Maturnuwun