Cinta

Posted: March 9, 2010 in Kontemplasi

dipinjam dari http://pertapan.info

Aku bukanlah seseorang yang akan memberikan argument-argumen yang membuai ketika ditanya tentang cinta. Bukan, aku jauh dari kadar itu. Tapi satu hal yang bisa kupastikan, disini ada cinta. Bukan semata cinta sepasang kekasih. Namun murninya cinta yang sudah tercipta bahkan saat kita belum mengenal dunia. Cinta yang akan selalu memastikan jalan kehidupan kita. Cinta Ayah dan Ibu yang maha sempurna. Mereka bisa melihat kepedihan dimata kita tanpa harus menanyakannya. Mereka adalah orang pertama yang akan membanggakan ketika kita meraih sebuah pencapaian. Mereka juga orang pertama yang akan mengakui kita sebagai anaknya ketika kita jatuh dan terpuruk. Mereka adalah orang pertama yang membantu kita untuk bangkit. Sungguh cinta yang maha agung. Walau aku terlalu sering tersakiti karenamu cinta, namun tanpa keberadaanmu, banyak insan didunia yang hidupnya tidak akan sempurna. Terima kasih Ayah, Ibu, dan “Cinta”.

Advertisement
Comments
  1. mas suputra says:

    ckckckck
    de bes menghayati bli…
    santai gen…
    hehehe

  2. adi pratama says:

    cinta menjaga kita tetap hidup.. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s