Aku bukanlah seseorang yang akan memberikan argument-argumen yang membuai ketika ditanya tentang cinta. Bukan, aku jauh dari kadar itu. Tapi satu hal yang bisa kupastikan, disini ada cinta. Bukan semata cinta sepasang kekasih. Namun murninya cinta yang sudah tercipta bahkan saat kita belum mengenal dunia. Cinta yang akan selalu memastikan jalan kehidupan kita. Cinta Ayah dan Ibu yang maha sempurna. Mereka bisa melihat kepedihan dimata kita tanpa harus menanyakannya. Mereka adalah orang pertama yang akan membanggakan ketika kita meraih sebuah pencapaian. Mereka juga orang pertama yang akan mengakui kita sebagai anaknya ketika kita jatuh dan terpuruk. Mereka adalah orang pertama yang membantu kita untuk bangkit. Sungguh cinta yang maha agung. Walau aku terlalu sering tersakiti karenamu cinta, namun tanpa keberadaanmu, banyak insan didunia yang hidupnya tidak akan sempurna. Terima kasih Ayah, Ibu, dan “Cinta”.


ckckckck
de bes menghayati bli…
santai gen…
hehehe
Justru penghayatan itu sangat perlu, utk memaksimalkan suatu tulisan mas.. Btw, thank’s for comment..
tulisan yang jujur… kontemplatif… sesuatu yg lembut tetapi bisa sangat kuat.. itulah cinta..
Mkasi P Andi sdh mampir
cinta menjaga kita tetap hidup..
Mkasi sdh berkunjung bos..